Sumber Foto : https://solopos.espos.id/sejarah-makam-majasto-ki-ageng-sutawijaya-dan-kampung-sekelilingnya-1298610
Siang sekitar pukul 13.00 WIB saya bersama teman mengunjungi makam Ki Ageng Sutawijaya yang berangkat dari Kecamatan Sukoharjo kira-kira 30 menitan lebih. Sampai disana kami memilih naik tangga agar langsung sampai ke masjid sambil rebahan sambil riset terlebih dahulu mengenai siapakah sosok Ki Ageng Sutawijaya. Setelah istirahat akhirnya kami berziarah izin warga sekitar. Dan benar sekali bau harum sampai kerasa dihidung seperti apa yang kami baca bahwasannya makamnya terkenal dengan bau wangi. Dengan rasa penasaran kami ingin menanyakkan beberapa hal terutama asal muasal latar Belakang Ki Ageng Sutowijoyo.
Oleh sebab itu, Kami ingin mengetahui lebih dalam mengenai Ki Ageng Sutawijaya walaupun sempat membaca beberapa sumber khususnya media Solopos. Karena bagi saya membaca tanpa mengetahui latar belakang melalui pelaku sejarah hanya seperti membaca Al-Qur'an tanpa mengaji kitab kuning terutama Asbabun Nuzul dan Tafsir-tafsirnya. Melalui pelaku sejarah sudut pandang kita sangat luas tapi mohon sebesar-besanya membutuhkan kritik, saran dan masukkan untuk tulisan sederhana ini. Tanpa kalian kami manusia biasa bisa salah.
Tulisan ini diperoleh melalui pelaku yang juga warga sekitar Majasto sangat paham mengenai sejarahnya dan seluk beluk perjalanan Islam di Indonesia. Berangkat tulisan ini saya harap teman-teman pembaca bisa mengoreksi langsung apabila ada kesalahan teknis baik setiap hurufnya hingga riset yang saya tulis.
Latar Belakang
Menurut Warga sekitar dulunya Ki Ageng Sutawijaya merupakan murid dari Sunan Kalijaga sekaligus Mursyid Tarekat Syattariyah. Karena beliau menjelaskan bahwa ada tanda-tanda lingkaran menandakkan sudah dipastikan seorang Tarekat Syattariyah. Itulah mengapa Ki Ageng Sutawijaya bukan orang sembarangan mempelajari islam.
Kala itu, Sunan Gunung Jati bertarung dengan Brawijaya V yang akhirnya kalah dalam pertempuran. Sunan Gunung Jati memerintahkan Sunan Kalijaga untuk bertarung agar Brawijaya V bisa dikalah. Sebagai Penasehat Sunan Kalijaga menyuruh muridnya Ki Ageng Sutawijaya melawannya. Sehingga menang dalam pertempuran. Sejak saat itu Ki Ageng Sutawijaya diperintahkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga berguru kepada Sunan Tembayat atau sekarang kita kenal Sunan Pandanaran ( Wawancara Masyarakat Majasto sempat lupa menanyakkan namannya, Selasa (16/07/25).
Keajaiban Jasadnya sampai dengkul
Ada yang menarik dari percakapan ini yakni konon bahwa jasadnya dikuburkan sampai dengkul. Bahkan menurutnya tidak hanya jasadnya Ki Ageng melainkan sampai keturunannya. Itulah mengapa bau makamnya terasa wangi berkat Karomah keturunannya. Makannya makamnya disebut Bumi Arum artinya jasadnya yang wangi ( Wawancara Masyarakat Majasto sempat lupa menanyakkan namannya, Selasa (16/07/25).
Ahmad Zuhdy Alkhariri
Pemuda IPNU Kabupaten Sukoharjo

Komentar
Posting Komentar