Sudah berbulan-bulan Rekan Adam Suryo Adikara mengumpulkan tulisannya dilembar buku kecil yang sudah tercatat rapi. Tentunya membuat kami Lembaga Pers tertarik mengikuti alur pergerakannya yang semakin produktif menulis walau terkadang ia juga butuh istirahat karena bukan malaikat. Pria yang akrab dipanggil Bang Adam ini dulunya juga kerap membagikan ceritannya bahwa dulu ia juga pernah menerbitkan karya tulisnya di majalah dinding dengan nama samarannya. Alhasil banyak yang tidak tahu siapakan penulis misterius majalah dinding. Karena ia malu tampil tidak percaya diri menuangkan tulisannya.
Rasa Penasaran yang sangat tinggi akhirnya rekan kami Ahmad Zuhdy Alkhariri juga bekerja sebagai editor Penerbit Akuisisi Litera Z ingin bekerjasama mewujudkan mimpinya menjadi penulis buku. Pertimbangan ini dibuktikan kematangan luar biasa agar Rekan Adam ini mau menerbirkan karyannya seperti penulis-penulis lainnya.
Perjalanan pun dimulai kecil-kecilan membuka ruang bagi rekan Adam Suryo bisa memberikan inspirasi kelak pada kader IPNU IPPNU Sukoharjo bahwa menulis itu sangat menyenangkan. Maka dari itu ini adalah awal untuk menemukan potensial kader IPNU juga punya peluang menjadi penulis buku.
Ia saat ini membuka usahannya bernama Suku Coffe memiliki arti perkumpulan orang-orang pecinta kopi. Adam saat ini menjabat sebagai Ketua PAC IPNU Kecamatan Mojolaban. di ranah PC IPNU Kabupaten Sukoharjo menjadi Staf Departemen Kominfo.
Tentunya ini merupakan potensi kader yang seharusnya digali lebih dalam yang tidak hanya sibuk memperbanyak kader baik internal maupun eksternal. Namun potensi pada diri kader juga perlu dicari lebih dalam supaya kader juga dihormati karena karyannya.
Buku yang baru saja diterbitkan dengan judul "Mimpiku diujung Pena" mengisahkan Adikara kembali menemukan jati dirinya ingin menekuni menjadi penulis bertemu perempuan mulai penasaran dengannya. Hingga mimpinya terwujud apa yang ia cari saat ini bangkit kembali walau ia tidak menyangka bisa berproses sampai meraih cita-citannya.
Buku ini sangat menarik bercerita bagaimana seorang penulis mampu mengedukasi kepada pembaca bahwa penulis juga harus dihargai layaknya kader berprestasi.
Dan inilah saatnya kader IPNU IPPNU bisa memberikan suguhan karya ataupun minat dan bakat memberikan kesempatan untuk tumbuh serta terus dijadikan sosoknya menularkan selagi masih ingin hidup.
Sumber : Wawancara Non Formal di Suku Coffe
Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kabupaten Sukoharjo


Komentar
Posting Komentar