Langsung ke konten utama

PC IPNU IPPNU Sukoharjo Gelar Halal Bihalal Bersama Alumni


Alumni dan PC IPNU Kabupaten Sukoharjo

- IPNUIPPNUSKH.BLOGSPOT.COM  Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Putri atau PC IPNU IPPNU Kabupaten Sukoharjo menggelar acara Halal Bihalal di, Wajan Obong, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Acara ini merupakan Program Kerja Departemen Organisasi seperti yang dijelaskan oleh Rekan Ahmad Ali Khusaini  Selaku Ketua PC IPNU Kabupaten Sukoharjo mengatakan "Halal Bihalal ini merupakan Program Kerja dari Departemen Organisasi mengedepankan silaturahmi antar sesama pengurus Cabang maupun Alumni. Karena antar alumni sudah lama tidak berjumpa sebab sudah demisioner dari kepengurusan sebelumnya dan mempunyai kesibukan masing-masing" Ujarnya. 

Hal ini juga sama diutarakan oleh Rekan Nuril Huda selau perwakilan Alumni IPNU Sukoharjo mengatakan "Kegiatan melibatkan alumni ini sangat penting menguatkan silaturahmi antar regenerasi supaya koneksi alumni dan pengurus cabang saat ini masih solid dan diharapkan bisa terus berlanjut sehingga bisa membantu kegiatan IPNU IPPNU saat ini" Imbuhnya. Acara ini dimulai Pembacaan Maulid Al-Barzanji oleh Tim Hadroh PC IPNU IPPNU Kabupaten Sukoharjo dilanjut Qiro'ah oleh Rekan Ahmad Zuhdy Alkhariri. Kemudian Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars IPNU IPPNU dan Syubannol Waton dirijen oleh Rekanita Yuni Hingga sambutan-sambutan, Sarasehan dan Foto bersama. 

Halal Bihalal Kegiatan ini menjadi sangat penting lantaran melibatkan alumni IPNU IPPNU Sukoharjo yang telah berjuang membawa roda konsistensi Kaderisasi IPNU IPPNU setiap regenerasinya diteruskan oleh Rekan Ahmad Ali Khusaini Ketua PC IPNU Kabupaten Sukoharjo dan Rekanita Nur Mila Naim Ketua PC IPPNU Kabupaten Sukoharjo. Karena peran Alumni membuka jalan baru mengenang masa-masa regenerasinya setiap periodenya. Semoga tetap solid dan kuat secara dhohir dan batin. Amin


Alumni bersama PC IPPNU Kabupaten Sukoharjo 

Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kabupaten Sukoharjo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nasional Lembaga CBP (Corps Brigade Pembangunan)

PENGERTIAN Secara etimologi Corps berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti kesatuan dalam komando , Brigade berarti Pasukan yang disiapkan untuk bertempur dan Pembangunan , memiliki arti Membangun dalam rangka mengisi kemerdekaan . Sedangkan secara Terminologi Corps brigade pembangunan berarti suatu lembaga yang dibentuk dalam satu komando untuk mengawal pembangunan . LEMBAGA CBP DARI MASA KE MASA Corps Brigade Pembangunan (CBP) merupakan Lembaga Semi Otonom yang secara resmi dibentuk oleh Organisasi IPNU pada tahun 1964 dilatarbelakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan istilah “ Ganyang Malaysia ”, peristiwa politik tersebut yang berkaitan dengan persengketaan antara Republik Indonesia dengan Malaysia memperebutkan daerah Kalimantan Utara (Serawak). Suasana Konferensi Besar IPNU & IPPNU di Pekalongan Deklarasi dibentuknya sukarelawan Pelajar diadakan di Jogjakarta pada tahun 1963 yang pada saat itu merupakan ...

Sejarah Nasional Lembaga KPP (Korp Pelajar Putri)

  LATAR BELAKANG Lahirnya KPP Lembaga Korp Pelajar Putri (L-KPP) merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan keputusan Konbes IPPNU pada tanggal 28 Oktober 1964 di Gedung Bakorwil Jl. Diponegoro, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah .  Pada awal terbentuknya lembaga ini bernama Corp Brigade Pembangunan-Wati (CBP-Wati) yang merupakan wadah bagi pemuda dan pelajar Putri NU untuk mengkokohkan barisan dalam mengimbangi munculnya berbagai barisan yang berkibar dari panji - panji komunis. Pada masa tersebut Rekanita Farida Mawardi yang menjabat sebagai Ketua Umum PP IPPNU (Ketua terpilih pada  Kongres IPPNU ke IV di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah) . LEMBAGA KPP DARI MASA KE MASA Perkembangan CBP-Wati pada masa awal pembentukannya tidak jauh berbeda dengan partner Lembaga nya, CBP. Bersama dalam penempaan Pemusatan Latihan atau TC di Cebongan, Yogyakarta pada tahun 1965. Pasca TC ini juga berperan aktif dalam Penumpasan G-30/S PKI, tetap...

Benarkah Pondok Pesantren Produk Foedalisme?

Beberapa hari yang lalu dikejutkan jagat media sosial narasi vidio pendek dipertontonkan oleh chanel Trans 7 dengan memperlihatkan santri duduk merunduk dan kedua kaki berjalan sejajar merangkak. Serta vidio KH Anwar Mansur membagikan surat yang isinya entah tidak tau sama sekali. Namun dengan mudahnya pihak Trans 7 menarasikan isi amplopnya adalah uang seakan-akan KH Anwar Mansur dibayar. Dan menganggap merangkak adalah bentuk penghinaan dianggap jalannya sengot. Parahnya yang menarasikan cekikan dengan dalih guyonan seakan-akan ini merupakan bentuk kritikan pedas. Padahal yang mereka narasikan jelas bentuk penghinaan semata.  Asal nyamplok ngambil gambar sana-sini pun menjadi pertanyaan dari mana mereka menemukannya tanpa menanyakkannya?. Secara etika jurnalistik ketika seorang jurnalis tidak menghubungi ataupun menemui langsung maksud vidionya langsung sudah merupakan melanggar kode etik jurnalistik. Pasalnya dalam jurnalistik sang jurnalis seharusnya tak memberikan opini secara...