Langsung ke konten utama

PAC IPNU IPPNU Kecamatan Sukoharjo Gelar Konferancab III

 

Foto bersama MWC NU Kecamatan Sukoharjo, Fatayat dan Banser

Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ( IPNU) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Putri ( IPPNU) Kecamatan Sukoharjo menggelar Konferensi Anak Cabang atau Konferancab ke 3 di Yayasan Pondok Pesantren Ahmad Dalhar, Bulakkan, Kecamatan Sukoharjo, Sukoharjo, Jawa Tengah Senin ( 24/02/25). Acara ini merupakan akhir kepengurusan IPNU IPPNU menentukkan ketua baru secara Musyarawarah Besar ( Mubes) dengan membacakan draf sidang beberapa tahap mulai sidang tata tertib Konferancab, LPJ, Pemilihan Ketua baik IPNU dan IPPNU.

Konferancab PAC IPNU IPPNU Kecamatan Sukoharjo mengusung tema “Keberlanjutan Untuk Generasi Mendatang” memiliki makna bahwa sebuah harapan PAC IPNU IPPNU Kecamatan Sukoharjo terus menciptakan regenerasi akan menjadi tanggung jawab penuh baik Organisasi ( Internal ) maupun Kaderisasi ( Eksternal).  Acara dimulai Tahlil Singkat oleh rekan Alkhariri, menyanyikan lagu Indonesia Raya dirijeni oleh rekan Dwi, dilanjut sambutan – sambutan. Rekanita Ina selaku ketua Panitia Konferancab mengatakan “Konferancab ini adalah rangkaian acara terakhir kepengurusan setelah rekan Sarwanto dan Rekanita Nurul Aulia menjabat menjadi ketua PAC IPNU IPPNU Kecamatan Sukoharjo” Ujarnya.

Tentunya estafet kepemipinan perlu diteruskan agar PAC IPNU IPPNU Kecamatan Sukoharjo terus berlanjut. Sambutan oleh Rekan Muhammad Amin Muslim mengatakan “Ini acara Akhir Kepengurusan PAC IPNU IPPNU Kecamatan Sukoharjo bapak-bapak, ibu-ibu, kami mohon untuk kepengurusan ini bisa dibantu oleh MWC NU Kecamatan Sukoharjo dan Banom – Banom NU Kecamatan Sukoharjo ya, harapan kalian adalah era regenerasi NU Kecamatan Sukoharjo”.

Hal ini senada perkataan Rekan Ardian selaku Sekretaris PC IPNU Kabupaten Sukoharjo “ Jadi roda kepengurusan perlu diteruskan bapak – bapak dan Ibu – ibu yang nantinya meneruskan kalian semua. Jadi kami juga butuh bimbingan supaya kaderisasi bisa berjalan stabil”. Adapun sambutan dari MWC NU Kecamatan Kyai Jadmiko  Selaku Sekretaris MWC NU Kecamatan Sukoharjo memberikan pesan “Janganlah pernah ragu bermimpi besar, kita harus punya visi misi jelas khususnya dalam memajukan di IPNU IPPNU Kecamatan Sukoharjo” Ujarnya. Dan sambutan Yayasan Pondok Pesantren Ahmad Dalhar Kyai Ahmad Rifai mengucapkan “Terima kasih atas kedatangan kalian semua, kurang dan lebihnya menjadi situasi kondisi saat ini, jadi kami mohon maaf apabila fasilitas ini belum sepadan apa yang diinginkan”. Imbuhnya. Ditutup doa sekaligus motivasi Kyai Junaidi selaku Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Sukoharjo “Kita sebagai Penggerak NU Kecamatan Sukoharjo harus Bersama-sama untuk membangun semangat dan loyalitas tinggi serta ilmu yang kita peroleh adalah kemanfaatan Masyarakat setempat”

Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kabupaten Sukoharjo


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nasional Lembaga CBP (Corps Brigade Pembangunan)

PENGERTIAN Secara etimologi Corps berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti kesatuan dalam komando , Brigade berarti Pasukan yang disiapkan untuk bertempur dan Pembangunan , memiliki arti Membangun dalam rangka mengisi kemerdekaan . Sedangkan secara Terminologi Corps brigade pembangunan berarti suatu lembaga yang dibentuk dalam satu komando untuk mengawal pembangunan . LEMBAGA CBP DARI MASA KE MASA Corps Brigade Pembangunan (CBP) merupakan Lembaga Semi Otonom yang secara resmi dibentuk oleh Organisasi IPNU pada tahun 1964 dilatarbelakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan istilah “ Ganyang Malaysia ”, peristiwa politik tersebut yang berkaitan dengan persengketaan antara Republik Indonesia dengan Malaysia memperebutkan daerah Kalimantan Utara (Serawak). Suasana Konferensi Besar IPNU & IPPNU di Pekalongan Deklarasi dibentuknya sukarelawan Pelajar diadakan di Jogjakarta pada tahun 1963 yang pada saat itu merupakan ...

Sejarah Nasional Lembaga KPP (Korp Pelajar Putri)

  LATAR BELAKANG Lahirnya KPP Lembaga Korp Pelajar Putri (L-KPP) merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan keputusan Konbes IPPNU pada tanggal 28 Oktober 1964 di Gedung Bakorwil Jl. Diponegoro, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah .  Pada awal terbentuknya lembaga ini bernama Corp Brigade Pembangunan-Wati (CBP-Wati) yang merupakan wadah bagi pemuda dan pelajar Putri NU untuk mengkokohkan barisan dalam mengimbangi munculnya berbagai barisan yang berkibar dari panji - panji komunis. Pada masa tersebut Rekanita Farida Mawardi yang menjabat sebagai Ketua Umum PP IPPNU (Ketua terpilih pada  Kongres IPPNU ke IV di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah) . LEMBAGA KPP DARI MASA KE MASA Perkembangan CBP-Wati pada masa awal pembentukannya tidak jauh berbeda dengan partner Lembaga nya, CBP. Bersama dalam penempaan Pemusatan Latihan atau TC di Cebongan, Yogyakarta pada tahun 1965. Pasca TC ini juga berperan aktif dalam Penumpasan G-30/S PKI, tetap...

Benarkah Pondok Pesantren Produk Foedalisme?

Beberapa hari yang lalu dikejutkan jagat media sosial narasi vidio pendek dipertontonkan oleh chanel Trans 7 dengan memperlihatkan santri duduk merunduk dan kedua kaki berjalan sejajar merangkak. Serta vidio KH Anwar Mansur membagikan surat yang isinya entah tidak tau sama sekali. Namun dengan mudahnya pihak Trans 7 menarasikan isi amplopnya adalah uang seakan-akan KH Anwar Mansur dibayar. Dan menganggap merangkak adalah bentuk penghinaan dianggap jalannya sengot. Parahnya yang menarasikan cekikan dengan dalih guyonan seakan-akan ini merupakan bentuk kritikan pedas. Padahal yang mereka narasikan jelas bentuk penghinaan semata.  Asal nyamplok ngambil gambar sana-sini pun menjadi pertanyaan dari mana mereka menemukannya tanpa menanyakkannya?. Secara etika jurnalistik ketika seorang jurnalis tidak menghubungi ataupun menemui langsung maksud vidionya langsung sudah merupakan melanggar kode etik jurnalistik. Pasalnya dalam jurnalistik sang jurnalis seharusnya tak memberikan opini secara...