Langsung ke konten utama

Himbauan DKC CBP IPNU DAN KPP IPPNU Kabupaten Sukoharjo terhadap potensi bencana banjir dan pohon tumbang

Akhir-akhir ini cuaca sangat tidak menentukkan mengingat banyak kejadian yang tak diinginkan. Mulai dari banjir di berbagai daerah , pohon tumbang maupun terkena penyakit menjadi penyebab terjadinya timbul kehati-hatian terhadap bencana melanda. Oleh karena itu Dewan Koordinator Cabang Corps Brigade Pembangunan ( DKC CBP KPP Kabupaten Sukoharjo IPNU) dan Korps Pelajar Putri atau KPP IPPNU Kabupaten Sukoharjo mengeluarkan surat edaran berupa himbauan terhadap potensi bencana banjir dan pohon tumbang Kamis (23/01/25). 

Adapun beberapa isi himbauannya sebagai berikut : 

1. Menghimbau kegiatan yang berdekatan dengan aliran Sungai, karena sewaktu-waktu Sungai dapat meluapnya

2. Waspada terhadap cuaca yang kurang menentu

3. Selalu menjaga Kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan

4. Siap sedia mantel atau jas hujan Ketika sedang berpergian

5. Berkoordinasi kepada pihak yang menangani apabila terjadi bencana (SAR, PMI, PSC, 119, BPBD)

6. Jika terjadi hal-hal yang membutuhkan informasi dapat hubungi DKC CBP KPP dengan nomor 089678012793 Komandan Ahmad Fauzi Bahroni 082329712901 Akasah March Barkha 

Tentunya surat ini ditunjukkan oleh Pelajar NU Sukoharjo tentang waspada yang akan terjadi dikemudian harinya. Karena permasalahan cuaca juga tidak bisa diprediksi oleh kita dan pastinya himbauan ini memiliki tujuan untuk menjaga diri dari segala faktor apapun seperti dalam penjelasan oleh Ahmad Zuhdy Alkhariri selaku direktur Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kabupaten Sukoharjo mengatakan “Kondisi cuaca yang tidak memungkinkan juga perlu kita perhatikan dalam segala aspek bencana yang harus kita sadari bahwa bencana ini bukan hanya sebagai peringatan melainkan sebagai pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan seperti dalam konsep keislaman tentang Hablum Minalalam, bagaimana kita merawat alam untuk menghargai ciptaan Allah swt yang perlu kita jaga” Imbuhnya. 

Sementara Komandan DKC CBP Kabupaten Sukoharjo Ahmad Fauzi Bahroni juga mempunyai harapan “Harapan kami dengan adannya himbauan ini, Masyarakat khususnya pelajar NU Kabupaten Sukoharjo dapat waspada terhadap cuaca yang kurang bersahabat”. Komandan Fauzi juga mengingatkan “Seperti sekarang ini mengingat banyak daerah khususnya di Kabupaten Sukoharjo sendiri berpotensi bencana banjir maupun pohon tumbang” Ujarnya. Oleh karena itu diharapkan kader IPNU IPPNU Se Sukoharjo untuk tetap menjaga keamanan disekitarnya supaya tetap siaga dalam bencana banjir maupun pohon tumbang karena beberapa kali Sebagian daerah Kabupaten Sukoharjo 

Apalagi banyak sekali kebanjiran yang melanda di Kabupaten Sukoharjo terutama Kecamatan Sukoharjo, tepatnya di Kelurahan Gayamsari dekat dengan rel kereta api. Untuk itulah daerah yang menjadi titik bagian banjir diharapkan pemerintah setempat juga perlu membenahi daerah setempat ditambah adannya beberapa kader IPNU IPPNU Se Kabupaten Sukoharjo memiliki tempat tinggal di banyak tempat mulai perdesaan hingga perkotaan. 

Beberapa hari yang lalu juga ada seruan dari KH Khomsun NurArif selaku ketua Tanfidiyah PCNU Kabupaten Sukoharjo menyeru “Akhir-akhir ini ada banyak bencana luar biasa di daerah kita Kabupaten Sukoharjo maka kami mengingatkan agar berhati-hati dalam berkendara dan menjaga Kesehatan sebagaimana mestinya untuk bisa beraktivitas Kembali seperti biasannya” Ujarnya. 

Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kabupaten Sukoharjo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nasional Lembaga CBP (Corps Brigade Pembangunan)

PENGERTIAN Secara etimologi Corps berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti kesatuan dalam komando , Brigade berarti Pasukan yang disiapkan untuk bertempur dan Pembangunan , memiliki arti Membangun dalam rangka mengisi kemerdekaan . Sedangkan secara Terminologi Corps brigade pembangunan berarti suatu lembaga yang dibentuk dalam satu komando untuk mengawal pembangunan . LEMBAGA CBP DARI MASA KE MASA Corps Brigade Pembangunan (CBP) merupakan Lembaga Semi Otonom yang secara resmi dibentuk oleh Organisasi IPNU pada tahun 1964 dilatarbelakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan istilah “ Ganyang Malaysia ”, peristiwa politik tersebut yang berkaitan dengan persengketaan antara Republik Indonesia dengan Malaysia memperebutkan daerah Kalimantan Utara (Serawak). Suasana Konferensi Besar IPNU & IPPNU di Pekalongan Deklarasi dibentuknya sukarelawan Pelajar diadakan di Jogjakarta pada tahun 1963 yang pada saat itu merupakan ...

Sejarah Nasional Lembaga KPP (Korp Pelajar Putri)

  LATAR BELAKANG Lahirnya KPP Lembaga Korp Pelajar Putri (L-KPP) merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan keputusan Konbes IPPNU pada tanggal 28 Oktober 1964 di Gedung Bakorwil Jl. Diponegoro, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah .  Pada awal terbentuknya lembaga ini bernama Corp Brigade Pembangunan-Wati (CBP-Wati) yang merupakan wadah bagi pemuda dan pelajar Putri NU untuk mengkokohkan barisan dalam mengimbangi munculnya berbagai barisan yang berkibar dari panji - panji komunis. Pada masa tersebut Rekanita Farida Mawardi yang menjabat sebagai Ketua Umum PP IPPNU (Ketua terpilih pada  Kongres IPPNU ke IV di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah) . LEMBAGA KPP DARI MASA KE MASA Perkembangan CBP-Wati pada masa awal pembentukannya tidak jauh berbeda dengan partner Lembaga nya, CBP. Bersama dalam penempaan Pemusatan Latihan atau TC di Cebongan, Yogyakarta pada tahun 1965. Pasca TC ini juga berperan aktif dalam Penumpasan G-30/S PKI, tetap...

Benarkah Pondok Pesantren Produk Foedalisme?

Beberapa hari yang lalu dikejutkan jagat media sosial narasi vidio pendek dipertontonkan oleh chanel Trans 7 dengan memperlihatkan santri duduk merunduk dan kedua kaki berjalan sejajar merangkak. Serta vidio KH Anwar Mansur membagikan surat yang isinya entah tidak tau sama sekali. Namun dengan mudahnya pihak Trans 7 menarasikan isi amplopnya adalah uang seakan-akan KH Anwar Mansur dibayar. Dan menganggap merangkak adalah bentuk penghinaan dianggap jalannya sengot. Parahnya yang menarasikan cekikan dengan dalih guyonan seakan-akan ini merupakan bentuk kritikan pedas. Padahal yang mereka narasikan jelas bentuk penghinaan semata.  Asal nyamplok ngambil gambar sana-sini pun menjadi pertanyaan dari mana mereka menemukannya tanpa menanyakkannya?. Secara etika jurnalistik ketika seorang jurnalis tidak menghubungi ataupun menemui langsung maksud vidionya langsung sudah merupakan melanggar kode etik jurnalistik. Pasalnya dalam jurnalistik sang jurnalis seharusnya tak memberikan opini secara...