Dosa kini bersalin rupa,
Berjalan di lorong-lorong kota,
Zina berbaju asmara,
Pacaran disanjung cinta yang fana.
Mabuk dijadikan sahabat malam,
Dalam gelas berisi kegelapan,
Setetes dosa, segunung laknat,
Tapi jiwa tenang, seolah selamat.
Ghibah bersuara halus,
Dibalut senda, tanpa malu,
Lisan yang tajam tak terasa,
Melukai hati, menabur derita.
Mata memandang tanpa malu,
Menganggap dosa hanya debu,
Padahal tiap langkah yang disalahkan,
Menanti hisab di hari penghakiman.
Wahai manusia, tidakkah kau sadar?
Dosa ini bukanlah sekadar,
Ia bara yang akan menyala,
Membakar jiwa tanpa jeda.
Kembalilah, sebelum senja habis,
Sebelum nafasmu berhenti menangis,
Karena dunia hanya sementara,
Tinggalkan dosa, raih surga-Nya
Oleh : Surya Adikara
Komentar
Posting Komentar