Langsung ke konten utama

PC IPNU IPPNU Sukoharjo Gelar Ziarah Pendiri IPNU IPPNU

 

IPNUIPPNUSKH.BLOGSPOOT.COM -Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sukoharjo menggelar acara Ziarah Pendiri IPNU IPPNU yang makamnya di Kecamatan Depok (makam Hj Umroh Machfudzoh) dan di Kecamatan Kasihan, Bantul (Prof Dr KH Tolchah Mansoer).  

Acara tersebut dimulai dari Alm Rifai selaku Ketua Pertama IPNU Kabupaten Sukoharjo dilanjutkan ke makam Hj Umroh Machfudzoh dan Prof Dr KH Tolchah Mansoer.

Menurut Ahmad Zuhdy Alkhariri selaku Direktur Lembaga Pers IPNU Kabupaten Sukoharjo menjelaskan bahwa kegiatan ziarah ini sebagai pemantik semangat dalam berjuang di organisasi IPNU-IPPNU.

“Kegiatan Ziarah ini sebagai pengingat untuk meneruskan perjuangan IPNU IPPNU agar lebih bersemangat berorganisasi bukan hanya admistrasi serta Kaderisasi saja, melainkan nilai perjuangan Keilmuannya akan terkenang sampai kita nanti,” ujarnya kepada mediaipnu, Selasa (08/10/2024).

Hal ini juga senada dengan perkataan Rekan Muslihuddin selaku Sekretaris Lembaga Pers IPNU Kabupaten Sukoharjo yang mengatakan bahwa agenda ziaroh juga mampu meningkatkan semangat kader IPNU IPPNU supaya tidak lupa pada perjuangan dan pesan para pendiri mengenai makna perjuanganya sehingga akan mendapatkan keberkahannya.

“Artinya ziaroh mampu melahirkan rasa semangat berorganisasi dengan mengingat perjuangan para pendahulu IPNU IPPNU di masa lalu,” jelasnya.

Program Kerja ini dinisiasikan oleh Departemen Dakwah PC IPNU IPPNU Kabupaten Sukoharjo untuk menekankan Pejuang IPNU IPPNU sebagai Al-Ulama Warosatul Anbiya (ulama adalah pewaris para nabi) untuk pedomannya dalam belajar, berjuang dan bertakwa. Semoga acara ini bisa memberikan manfaat bagi para kadernya. Amin ***

Kontributor: Ahmad Zuhdy Alkhariri (Direktur Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kabupaten Sukoharjo)

Sumber : https://www.mediaipnu.or.id/2024/10/pc-ipnu-ippnu-sukoharjo-gelar-ziarah.html


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nasional Lembaga CBP (Corps Brigade Pembangunan)

PENGERTIAN Secara etimologi Corps berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti kesatuan dalam komando , Brigade berarti Pasukan yang disiapkan untuk bertempur dan Pembangunan , memiliki arti Membangun dalam rangka mengisi kemerdekaan . Sedangkan secara Terminologi Corps brigade pembangunan berarti suatu lembaga yang dibentuk dalam satu komando untuk mengawal pembangunan . LEMBAGA CBP DARI MASA KE MASA Corps Brigade Pembangunan (CBP) merupakan Lembaga Semi Otonom yang secara resmi dibentuk oleh Organisasi IPNU pada tahun 1964 dilatarbelakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan istilah “ Ganyang Malaysia ”, peristiwa politik tersebut yang berkaitan dengan persengketaan antara Republik Indonesia dengan Malaysia memperebutkan daerah Kalimantan Utara (Serawak). Suasana Konferensi Besar IPNU & IPPNU di Pekalongan Deklarasi dibentuknya sukarelawan Pelajar diadakan di Jogjakarta pada tahun 1963 yang pada saat itu merupakan ...

Sejarah Nasional Lembaga KPP (Korp Pelajar Putri)

  LATAR BELAKANG Lahirnya KPP Lembaga Korp Pelajar Putri (L-KPP) merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan keputusan Konbes IPPNU pada tanggal 28 Oktober 1964 di Gedung Bakorwil Jl. Diponegoro, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah .  Pada awal terbentuknya lembaga ini bernama Corp Brigade Pembangunan-Wati (CBP-Wati) yang merupakan wadah bagi pemuda dan pelajar Putri NU untuk mengkokohkan barisan dalam mengimbangi munculnya berbagai barisan yang berkibar dari panji - panji komunis. Pada masa tersebut Rekanita Farida Mawardi yang menjabat sebagai Ketua Umum PP IPPNU (Ketua terpilih pada  Kongres IPPNU ke IV di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah) . LEMBAGA KPP DARI MASA KE MASA Perkembangan CBP-Wati pada masa awal pembentukannya tidak jauh berbeda dengan partner Lembaga nya, CBP. Bersama dalam penempaan Pemusatan Latihan atau TC di Cebongan, Yogyakarta pada tahun 1965. Pasca TC ini juga berperan aktif dalam Penumpasan G-30/S PKI, tetap...

Benarkah Pondok Pesantren Produk Foedalisme?

Beberapa hari yang lalu dikejutkan jagat media sosial narasi vidio pendek dipertontonkan oleh chanel Trans 7 dengan memperlihatkan santri duduk merunduk dan kedua kaki berjalan sejajar merangkak. Serta vidio KH Anwar Mansur membagikan surat yang isinya entah tidak tau sama sekali. Namun dengan mudahnya pihak Trans 7 menarasikan isi amplopnya adalah uang seakan-akan KH Anwar Mansur dibayar. Dan menganggap merangkak adalah bentuk penghinaan dianggap jalannya sengot. Parahnya yang menarasikan cekikan dengan dalih guyonan seakan-akan ini merupakan bentuk kritikan pedas. Padahal yang mereka narasikan jelas bentuk penghinaan semata.  Asal nyamplok ngambil gambar sana-sini pun menjadi pertanyaan dari mana mereka menemukannya tanpa menanyakkannya?. Secara etika jurnalistik ketika seorang jurnalis tidak menghubungi ataupun menemui langsung maksud vidionya langsung sudah merupakan melanggar kode etik jurnalistik. Pasalnya dalam jurnalistik sang jurnalis seharusnya tak memberikan opini secara...