Langsung ke konten utama

PC IPNU IPPNU Sukoharjo Gelar Rapat Bulanan

 

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Putri atau PC IPNU IPPNU Kabupaten Sukoharjo menggelar Rapat Bulanan di Masjid Sudarto Milatoen, Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Sukoharjo, Sukoharjo, Jawa Tengah Minggu (08/12/24). Acara ini merupakan program kerja Departemen Organisasi PC IPNU IPPNU Sukoharjo. Acara ini terdiri MC, Sambutan Ketua PC IPNU, Tahlil Singat dan inti pembahasannya.

Rekan Ahmad Ali Khusaini selaku ketua PC IPNU Kabupaten Sukoharjo mengatakan “Gunakan Waktu kalian masing-masing untuk berbenah Kembali, dan berprogress program kerja kalian jalankan” ujarnya. Ia juga mengarisbawahi bahwa untuk memulai program kerja harus tahu dulu tentang tujuan sebagai kader IPNU IPPNU “Kalian juga tahu dulu kapasitas kader untuk membuat program kerja dan Kembali tujuan lagi IPNU IPPNU” Tambahnya.

Inti acara tersebut adalah membahas program departemen atau Lembaga terdekat atau sudah dilaksanakannya. Pertama yakni membahas persiapan makesta PK SMP IT Al-Anis pada tanggal 19 – 20 Desember mendatang dari departemen Jaringan Sekolah dan Pondok Pesantren. Kemudian departemen Dakwah Pesantren Kilat mempertimbangkan kesibukan rekan-rekanita IPNU IPPNU. Mengingat kesibukkan IPNU IPPNU tidak hanya Buka Bersama dan TPQ setempat.

Ketiga departemen kaderisasi membahas bekerjasama dengan Jaringan Sekolah dan Pondok Pesantren mengenai makesta Tingkat Komisariat PK SMP IT Al-Anis. Sementara Organisasi juga membantu persoalan adminitrasi Pembentukkan Pengurus Komisariat setelah Makesta SMP IT Al-Anis. Keempat adalah Stundens Krisis Center dan Lembaga Konseling Pelajar Putri mengenai program kerja sharing season. Terakhir yakni Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Sukoharjo memiliki perkembangan jejak digital dengan membuat Blogspoot atau website PC IPNU IPPNU Sukoharjo.

Penulis : Ahmad Zuhdy Alkhariri

Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kabupaten Sukoharjo


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nasional Lembaga CBP (Corps Brigade Pembangunan)

PENGERTIAN Secara etimologi Corps berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti kesatuan dalam komando , Brigade berarti Pasukan yang disiapkan untuk bertempur dan Pembangunan , memiliki arti Membangun dalam rangka mengisi kemerdekaan . Sedangkan secara Terminologi Corps brigade pembangunan berarti suatu lembaga yang dibentuk dalam satu komando untuk mengawal pembangunan . LEMBAGA CBP DARI MASA KE MASA Corps Brigade Pembangunan (CBP) merupakan Lembaga Semi Otonom yang secara resmi dibentuk oleh Organisasi IPNU pada tahun 1964 dilatarbelakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan istilah “ Ganyang Malaysia ”, peristiwa politik tersebut yang berkaitan dengan persengketaan antara Republik Indonesia dengan Malaysia memperebutkan daerah Kalimantan Utara (Serawak). Suasana Konferensi Besar IPNU & IPPNU di Pekalongan Deklarasi dibentuknya sukarelawan Pelajar diadakan di Jogjakarta pada tahun 1963 yang pada saat itu merupakan ...

Sejarah Nasional Lembaga KPP (Korp Pelajar Putri)

  LATAR BELAKANG Lahirnya KPP Lembaga Korp Pelajar Putri (L-KPP) merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan keputusan Konbes IPPNU pada tanggal 28 Oktober 1964 di Gedung Bakorwil Jl. Diponegoro, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah .  Pada awal terbentuknya lembaga ini bernama Corp Brigade Pembangunan-Wati (CBP-Wati) yang merupakan wadah bagi pemuda dan pelajar Putri NU untuk mengkokohkan barisan dalam mengimbangi munculnya berbagai barisan yang berkibar dari panji - panji komunis. Pada masa tersebut Rekanita Farida Mawardi yang menjabat sebagai Ketua Umum PP IPPNU (Ketua terpilih pada  Kongres IPPNU ke IV di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah) . LEMBAGA KPP DARI MASA KE MASA Perkembangan CBP-Wati pada masa awal pembentukannya tidak jauh berbeda dengan partner Lembaga nya, CBP. Bersama dalam penempaan Pemusatan Latihan atau TC di Cebongan, Yogyakarta pada tahun 1965. Pasca TC ini juga berperan aktif dalam Penumpasan G-30/S PKI, tetap...

Benarkah Pondok Pesantren Produk Foedalisme?

Beberapa hari yang lalu dikejutkan jagat media sosial narasi vidio pendek dipertontonkan oleh chanel Trans 7 dengan memperlihatkan santri duduk merunduk dan kedua kaki berjalan sejajar merangkak. Serta vidio KH Anwar Mansur membagikan surat yang isinya entah tidak tau sama sekali. Namun dengan mudahnya pihak Trans 7 menarasikan isi amplopnya adalah uang seakan-akan KH Anwar Mansur dibayar. Dan menganggap merangkak adalah bentuk penghinaan dianggap jalannya sengot. Parahnya yang menarasikan cekikan dengan dalih guyonan seakan-akan ini merupakan bentuk kritikan pedas. Padahal yang mereka narasikan jelas bentuk penghinaan semata.  Asal nyamplok ngambil gambar sana-sini pun menjadi pertanyaan dari mana mereka menemukannya tanpa menanyakkannya?. Secara etika jurnalistik ketika seorang jurnalis tidak menghubungi ataupun menemui langsung maksud vidionya langsung sudah merupakan melanggar kode etik jurnalistik. Pasalnya dalam jurnalistik sang jurnalis seharusnya tak memberikan opini secara...