Langsung ke konten utama

PAC IPNU IPPNU Kecamatan Mojolaban Gelar Makesta

 

                 Foto Bersama PC IPNU IPPNU, Peserta Makesta dan Perwakilan PAC 

IPNUIPPNUSKH.BLOGSPOT.COM - Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Putri ( IPPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ( IPNU) Kecamatan Mojolaban menggelar Makesta di SDN Gadingan 01, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah Sabtu (28/12/24). Acara ini merupakan program kerja departemen Kaderisasi untuk menarik minat potensi kader dalam segi kualitas diri dalam persiapan menuju sahnya menjadi anggota resmi IPNU IPPNU. Tentunya kegiatan sekaligus meregenerasi perjuang IPNU IPPNU Mojolaban kedepannya. 

Acara dimulai pembukaan, menyanyikkan lagu Indonesia Raya, Syubannul Waton, Mars IPNU IPPNU. Sambutan-sambutan kemudian doa dilanjut penutupan. Rekan Abipraya Darma selaku ketua panitia menjelaskan bahwa “Kehadiran bapak ibu merupakan kehormatan bagi kami dan menjadi sumber inspirasi untuk terus memajukkan organisasi kita” Ujarnya. Ia juga menambahkan kegiatan ini sekaligus memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kesadaran memperkuat Ukhuwah Islamiyah kalangan kita” tentu kegiatan ini pastinya memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan Ukhuwah Islamiyah di lingkungan kita” Imbuhnya. 

Selanjutnya Kyai Slamet Parjianto selaku ketua MWC NU Kecamatan Mojolaban NU memberikan wejangan mengenai makna organisasi “ Saya berharap IPNU IPPNU memperbesar Syiar islamnya walaupun kita tidak lepas dari kepentingan, hidup-hidupilah organisasi jangan cari hidup di Organisasi”. Hal ini disadari betul bahwa ini merupakan beban berat bagi regenerasi IPNU IPPNU seterusnya. Kegiatan ditutup dengan doa oleh Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Sukoharjo ***.

Ahmad Zuhdy Alkhariri
Direktur Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kabupaten Sukoharjo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nasional Lembaga CBP (Corps Brigade Pembangunan)

PENGERTIAN Secara etimologi Corps berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti kesatuan dalam komando , Brigade berarti Pasukan yang disiapkan untuk bertempur dan Pembangunan , memiliki arti Membangun dalam rangka mengisi kemerdekaan . Sedangkan secara Terminologi Corps brigade pembangunan berarti suatu lembaga yang dibentuk dalam satu komando untuk mengawal pembangunan . LEMBAGA CBP DARI MASA KE MASA Corps Brigade Pembangunan (CBP) merupakan Lembaga Semi Otonom yang secara resmi dibentuk oleh Organisasi IPNU pada tahun 1964 dilatarbelakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan istilah “ Ganyang Malaysia ”, peristiwa politik tersebut yang berkaitan dengan persengketaan antara Republik Indonesia dengan Malaysia memperebutkan daerah Kalimantan Utara (Serawak). Suasana Konferensi Besar IPNU & IPPNU di Pekalongan Deklarasi dibentuknya sukarelawan Pelajar diadakan di Jogjakarta pada tahun 1963 yang pada saat itu merupakan ...

Sejarah Nasional Lembaga KPP (Korp Pelajar Putri)

  LATAR BELAKANG Lahirnya KPP Lembaga Korp Pelajar Putri (L-KPP) merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan keputusan Konbes IPPNU pada tanggal 28 Oktober 1964 di Gedung Bakorwil Jl. Diponegoro, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah .  Pada awal terbentuknya lembaga ini bernama Corp Brigade Pembangunan-Wati (CBP-Wati) yang merupakan wadah bagi pemuda dan pelajar Putri NU untuk mengkokohkan barisan dalam mengimbangi munculnya berbagai barisan yang berkibar dari panji - panji komunis. Pada masa tersebut Rekanita Farida Mawardi yang menjabat sebagai Ketua Umum PP IPPNU (Ketua terpilih pada  Kongres IPPNU ke IV di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah) . LEMBAGA KPP DARI MASA KE MASA Perkembangan CBP-Wati pada masa awal pembentukannya tidak jauh berbeda dengan partner Lembaga nya, CBP. Bersama dalam penempaan Pemusatan Latihan atau TC di Cebongan, Yogyakarta pada tahun 1965. Pasca TC ini juga berperan aktif dalam Penumpasan G-30/S PKI, tetap...

Benarkah Pondok Pesantren Produk Foedalisme?

Beberapa hari yang lalu dikejutkan jagat media sosial narasi vidio pendek dipertontonkan oleh chanel Trans 7 dengan memperlihatkan santri duduk merunduk dan kedua kaki berjalan sejajar merangkak. Serta vidio KH Anwar Mansur membagikan surat yang isinya entah tidak tau sama sekali. Namun dengan mudahnya pihak Trans 7 menarasikan isi amplopnya adalah uang seakan-akan KH Anwar Mansur dibayar. Dan menganggap merangkak adalah bentuk penghinaan dianggap jalannya sengot. Parahnya yang menarasikan cekikan dengan dalih guyonan seakan-akan ini merupakan bentuk kritikan pedas. Padahal yang mereka narasikan jelas bentuk penghinaan semata.  Asal nyamplok ngambil gambar sana-sini pun menjadi pertanyaan dari mana mereka menemukannya tanpa menanyakkannya?. Secara etika jurnalistik ketika seorang jurnalis tidak menghubungi ataupun menemui langsung maksud vidionya langsung sudah merupakan melanggar kode etik jurnalistik. Pasalnya dalam jurnalistik sang jurnalis seharusnya tak memberikan opini secara...