Langsung ke konten utama

Natal Dalam Catatan Aswaja

 


25 Desember hari Dimana umat Kristiani merayakkan Natal sebagai bentuk penghormatan kelahiran Yesus Kristus yang endintitasnya adalah pohon Natal kebanggaan. Diwarnai pakaian Santa Cruz dan khas jenggotnya tentu menarik perhatian anak-anak kecil Kristiani. Sementara kita kaum Muslim bertahun-tahun lalu masih saja membicarakan halal haramnya ucapan selamat Hari Natal. Alhasil menemui pro kontra diantara kita umat islam. Sehingga memunculkan keragu-raguan atas ucapakan dan tindakkannya. Dari inilah akhirnya kita umat Islam tidak lagi memperdebatkannya sama sekali. 

Walaupun sebagain terus mengukit-ngukit masalah tersebut dengan alasan tidak boleh sama sekali. Lah Ulama berbeda masak kita tidak menghormati? Lah kita ini siapa?. Padahal masalah itu sudah dari dulu dibahas Ulama berkali-kali. Masih saja dipermasalahkan bahwa tidak sesuai berarti tidak bagian dari Islam. La wong kita ini terbiasa dengan situasi kondisi kok. Ya kalau kita salah-salahkan nggak pernah selesai toh ya. Tapi mereka masih menganggap Allah itu tuhannya. Kalau percaya bilang langsung aja ya hehe.

Tapi ada nilai positif yang bisa kita ambil bro. yakni menyelami ajaran Aswaja yang ada nilainya tersendiri. Di kampus pasti diajarkan moderasi beragama. Itu yang kita bahas sekarang dalam kepenulisan ini gaes. Simak baik-baik. 

Tassamuh 

Di Aswaja NU diajarkan namannya Tassamuh yakni toleransi atau Bahasa kerennya adalah menghargai. Kita bisa lihat penjelesan Al-Qur’an Dan katakanlah “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek”. ( Sumber : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7505546/arti-tasamuh-sikap-yang-perlu-dimiliki-muslim.)

Artinya toleransi tidak hanya mengucapkan selamat natal, melainkan melayani mereka dengan sepenuh hati tanpa adannya perbedaan agama. Jadi ini juga merupakkan bentuk penghargaan kita sebagai umat Islam secara tuntas. Maka Tassamuh ini menjadi sifat yang seharusnya mendalam di hati kita masing-masing. Bahkan Gus Dur juga sering mencontohnya beberapa kali. Dan yang terpenting adalah kita menghilangkan kebencian pada diri kita.

Ta’awun 

Selain diatas Tassamuh kita sebagai umat Islam selanjutnya Ta’awun. Ta’awun mempunyai makna kepakaan sosial. Nah bagi kalian kader IPNU IPPNU penting banget nih sikap ta’awun apalagi tetangga kalian yang ada umat Kristiani. Sikap ini sangat cocok banget untuk kemudian dijadikan sikap ketika bertamu bahkan Rasulullah saw dalam riwayatnya Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek
( Sumber : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7505546/arti-tasamuh-sikap-yang-perlu-dimiliki-muslim.).

Ini merupakan bentuk sikap Ta’awun aswaja dalam prinsip Mabadi Khoiru Ummah dalam aswaja IPNU IPPNU tingkat Lakmud sudah dijelaskan juga. Maka hak mereka sebagai umat Kristiani perlu kita hormati bersama selagi mereka adalah saudara dalam kemanusiaan kalau kata Sayyidina Ali. Mereka berhak bahkan pantas merayakannya. Sedangkan kita umat Islam wajib menghormatinya. Tanpa membanding-bandingkannya. 

Dilansir Detik Jatim.Com bahwa Kaum Kristiani mengakui perayaan Natal sebagai tradisi bangsa Romawi merayakkan lahirnya dewa Matahari pada tanggal 25 Desember. Dalam kalender Romawi Kuno 336 Masehi diperingati sebagai hari raya Natal sekaligus menjadi agama resmi kekaisaran Romawi Kuno. Tentu ini perlu kita gali agar tidak gagal paham. Mereka juga saudara kita selayaknya umat islam pada umumnya. Dan perlu kita rayakkan ini dengan menghormatinya. Selamat Natal Kaum Kristiani 



Ahmad Zuhdy Alkhariri
Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kabupaten Sukoharjo







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nasional Lembaga CBP (Corps Brigade Pembangunan)

PENGERTIAN Secara etimologi Corps berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti kesatuan dalam komando , Brigade berarti Pasukan yang disiapkan untuk bertempur dan Pembangunan , memiliki arti Membangun dalam rangka mengisi kemerdekaan . Sedangkan secara Terminologi Corps brigade pembangunan berarti suatu lembaga yang dibentuk dalam satu komando untuk mengawal pembangunan . LEMBAGA CBP DARI MASA KE MASA Corps Brigade Pembangunan (CBP) merupakan Lembaga Semi Otonom yang secara resmi dibentuk oleh Organisasi IPNU pada tahun 1964 dilatarbelakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan istilah “ Ganyang Malaysia ”, peristiwa politik tersebut yang berkaitan dengan persengketaan antara Republik Indonesia dengan Malaysia memperebutkan daerah Kalimantan Utara (Serawak). Suasana Konferensi Besar IPNU & IPPNU di Pekalongan Deklarasi dibentuknya sukarelawan Pelajar diadakan di Jogjakarta pada tahun 1963 yang pada saat itu merupakan ...

Sejarah Nasional Lembaga KPP (Korp Pelajar Putri)

  LATAR BELAKANG Lahirnya KPP Lembaga Korp Pelajar Putri (L-KPP) merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan keputusan Konbes IPPNU pada tanggal 28 Oktober 1964 di Gedung Bakorwil Jl. Diponegoro, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah .  Pada awal terbentuknya lembaga ini bernama Corp Brigade Pembangunan-Wati (CBP-Wati) yang merupakan wadah bagi pemuda dan pelajar Putri NU untuk mengkokohkan barisan dalam mengimbangi munculnya berbagai barisan yang berkibar dari panji - panji komunis. Pada masa tersebut Rekanita Farida Mawardi yang menjabat sebagai Ketua Umum PP IPPNU (Ketua terpilih pada  Kongres IPPNU ke IV di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah) . LEMBAGA KPP DARI MASA KE MASA Perkembangan CBP-Wati pada masa awal pembentukannya tidak jauh berbeda dengan partner Lembaga nya, CBP. Bersama dalam penempaan Pemusatan Latihan atau TC di Cebongan, Yogyakarta pada tahun 1965. Pasca TC ini juga berperan aktif dalam Penumpasan G-30/S PKI, tetap...

Benarkah Pondok Pesantren Produk Foedalisme?

Beberapa hari yang lalu dikejutkan jagat media sosial narasi vidio pendek dipertontonkan oleh chanel Trans 7 dengan memperlihatkan santri duduk merunduk dan kedua kaki berjalan sejajar merangkak. Serta vidio KH Anwar Mansur membagikan surat yang isinya entah tidak tau sama sekali. Namun dengan mudahnya pihak Trans 7 menarasikan isi amplopnya adalah uang seakan-akan KH Anwar Mansur dibayar. Dan menganggap merangkak adalah bentuk penghinaan dianggap jalannya sengot. Parahnya yang menarasikan cekikan dengan dalih guyonan seakan-akan ini merupakan bentuk kritikan pedas. Padahal yang mereka narasikan jelas bentuk penghinaan semata.  Asal nyamplok ngambil gambar sana-sini pun menjadi pertanyaan dari mana mereka menemukannya tanpa menanyakkannya?. Secara etika jurnalistik ketika seorang jurnalis tidak menghubungi ataupun menemui langsung maksud vidionya langsung sudah merupakan melanggar kode etik jurnalistik. Pasalnya dalam jurnalistik sang jurnalis seharusnya tak memberikan opini secara...