Langsung ke konten utama

Akhirnya Indonesia Menang Melawan Myanmar 1-0 Laga Pertama Asean Mitsubitsi Championship Electic Cup

 

                   Sumber : https://youtu.be/1Xy174-QqMI?si=KenunaCFkKFwem3L

Indonesia menang atas Myanmar dengan score 1-0 di Tuwanna Stadium, Yangon, Myanmar, Asia Tenggara Senin (09/12/24). Gol tersebut tercipta dari skema tendangan sudut kemudian dioper Asnawai Mangkualam tendangan sudut pojok mengenai pantulan kepala yang kemudian menjadi Gol. Score tidak berubah sampai akhir pertandingan. Hasil membawa Indonesia ke peringkat kedua sementara. Tentu ini menjadi awal yang bagus untuk meningkatkan kepercayaan diri dari pemain serta meningkatkan mentalitas pemain.

Namun menurut Coach Justin atau disaba Kochi menilai bahwa Strikernya belum menemukan pola permainan yang cocok untuk mengancam lawan “di babak pertama mainnya jelek, hampir kehilangan bola di akhir penyerangan, Hokky dan Arkhan Kaka belum menemukan ritme permainan yang pas, malahan seharusnya Deltha dan Robi Darwis main sejak awal” ujarnya di Youtubenya Justinus Lhaksana.  Ini menjadi evaluasi Shin Tae Yong kedepannya. Mengingat perjalanan masih Panjang menuju final.

Menurunkan Pemain Umur 19-20 an

            Ada yang menarik dipertandingan ini yakni STY memainkan pemain muda yang sebelumnya pernah memperkuat U-20 dan pemain senoirnya. Hal ini sangat tidak terduga pasalnya Indonesia memiliki pemain Naturalisasi bermain di Eropa. Namun point utamannya adalah memberikan kesempatan pemain 19-20 an menampilkan permainan terbaik agar role model ini perlu ditingkatkan Kembali. Menariknya ada nama Ronaldo Kwateh menghilang beberapa bulan yang lalu setelah berpetualang di klub-klub luar Indonesia. Kemudian ada nama Zanadin yang dulu juga pernah bermain saat STY melatih U 20. Ada Arkhan Fikri kemarin membawa U20 memenangkan piala AFF. Robi Darwis juga pernah dipanggil STY. Dan tambahan pemain berpengalaman seperti : Rafael Struck, Marshelino Ferdinar, Hokky Caraka, Asnawai Mangkualam, dan Arkhan Pratama. Semoga pertandingan selanjutnya lebih baik lagi. Amin

Penulis : Ahmad Zuhdy Alkhariri

Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kabupaten Sukoharjo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nasional Lembaga CBP (Corps Brigade Pembangunan)

PENGERTIAN Secara etimologi Corps berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti kesatuan dalam komando , Brigade berarti Pasukan yang disiapkan untuk bertempur dan Pembangunan , memiliki arti Membangun dalam rangka mengisi kemerdekaan . Sedangkan secara Terminologi Corps brigade pembangunan berarti suatu lembaga yang dibentuk dalam satu komando untuk mengawal pembangunan . LEMBAGA CBP DARI MASA KE MASA Corps Brigade Pembangunan (CBP) merupakan Lembaga Semi Otonom yang secara resmi dibentuk oleh Organisasi IPNU pada tahun 1964 dilatarbelakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan istilah “ Ganyang Malaysia ”, peristiwa politik tersebut yang berkaitan dengan persengketaan antara Republik Indonesia dengan Malaysia memperebutkan daerah Kalimantan Utara (Serawak). Suasana Konferensi Besar IPNU & IPPNU di Pekalongan Deklarasi dibentuknya sukarelawan Pelajar diadakan di Jogjakarta pada tahun 1963 yang pada saat itu merupakan ...

Sejarah Nasional Lembaga KPP (Korp Pelajar Putri)

  LATAR BELAKANG Lahirnya KPP Lembaga Korp Pelajar Putri (L-KPP) merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan keputusan Konbes IPPNU pada tanggal 28 Oktober 1964 di Gedung Bakorwil Jl. Diponegoro, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah .  Pada awal terbentuknya lembaga ini bernama Corp Brigade Pembangunan-Wati (CBP-Wati) yang merupakan wadah bagi pemuda dan pelajar Putri NU untuk mengkokohkan barisan dalam mengimbangi munculnya berbagai barisan yang berkibar dari panji - panji komunis. Pada masa tersebut Rekanita Farida Mawardi yang menjabat sebagai Ketua Umum PP IPPNU (Ketua terpilih pada  Kongres IPPNU ke IV di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah) . LEMBAGA KPP DARI MASA KE MASA Perkembangan CBP-Wati pada masa awal pembentukannya tidak jauh berbeda dengan partner Lembaga nya, CBP. Bersama dalam penempaan Pemusatan Latihan atau TC di Cebongan, Yogyakarta pada tahun 1965. Pasca TC ini juga berperan aktif dalam Penumpasan G-30/S PKI, tetap...

Benarkah Pondok Pesantren Produk Foedalisme?

Beberapa hari yang lalu dikejutkan jagat media sosial narasi vidio pendek dipertontonkan oleh chanel Trans 7 dengan memperlihatkan santri duduk merunduk dan kedua kaki berjalan sejajar merangkak. Serta vidio KH Anwar Mansur membagikan surat yang isinya entah tidak tau sama sekali. Namun dengan mudahnya pihak Trans 7 menarasikan isi amplopnya adalah uang seakan-akan KH Anwar Mansur dibayar. Dan menganggap merangkak adalah bentuk penghinaan dianggap jalannya sengot. Parahnya yang menarasikan cekikan dengan dalih guyonan seakan-akan ini merupakan bentuk kritikan pedas. Padahal yang mereka narasikan jelas bentuk penghinaan semata.  Asal nyamplok ngambil gambar sana-sini pun menjadi pertanyaan dari mana mereka menemukannya tanpa menanyakkannya?. Secara etika jurnalistik ketika seorang jurnalis tidak menghubungi ataupun menemui langsung maksud vidionya langsung sudah merupakan melanggar kode etik jurnalistik. Pasalnya dalam jurnalistik sang jurnalis seharusnya tak memberikan opini secara...